TEMAN TERBAIK
Robi adalah anak yang rajin ,baik,dan pintar.Dia bersekolah di SMP
Karya Putra Bangsa.Robi juga sering mengikuti perlombaan dan selalu
menang.Robi memiliki teman dekat yang bernama Dayat.Robi dan Dayat
selalu melakukan kegiatan positif bersama.Seperti belajar
bersama.Tetapi,ada juga teman mereka yang ingin mengacaukan pertemanan
baik mereka yang bernama bernama Rio.Rio adalah anak yang yang sangat
nakal dan selalu membuat masalah dikelas.
Pada suatu hari,murid-murid di kelas 8.1 sedang mengikuti pelajaran pak Hendra.
“(Sambil menulis di papan tulis)anak-anak kalian catat ya contoh soal aljabar ini.”kata pak Hendra.
“baik pak!”ujar semua murid dikelas sambil menulis.
“(Sambil memperhatikan anak murid yang duduk di belakang)hei,kamu!siapa nama kamu”kata pak Hendra.
“Rio pak.”kata Rio dengan muka yang malas.
“kenapa kamu tidak mencatat?kamu mau jadi anak yang bodoh”ujar pak Hendra.
“malas pak!”kata Rio.
“maju kamu kedepan!”kata pak Hendra dengan muka yang sangat marah.
“berdiri dengan satu kaki!”kata pak Hendra.
Setelah semua murid selesai mencatat,pak Hendra member soal matematika kepada Robi dan Dayat
“Robi dan Dayat,coba kalian berdua kerjakan dua soal yang berada di papan tulis ini.”kata pak Hendra.
Lalu,Robi dan Dayat menjawab dengan kompak “iya pak!”
Robi
dan Dayat mengerjakan soal dengan teliti.Selesai mengerjakan,pak Hendra
menyuruh Robi dan Dayat duduk kembali.Setelah diperiksa oleh pak
Hendra,semua jawaban yang dikerjakan Robi dan Dayat benar.Lalu,pak
Henddra memberitahukan aka nada lomba olimpiade matematika.
“Bulan
November ini kita akan ada ada lomba olimpiade matematika.Dan murid
yang mengikut lomba adalah Robi dan Dayat.”kata pak Hendra.
“Hore...!!!”Kata semua murid sambil bertepuk tangan.
“Pasti kita menang lagi!!!”kata Rahmat.
Dalam
hati Rio berkata,”huh….dia lagi-di lagi yang ikut lomba.Bosen gue
melihat Robi dan Dayat selalu ikut lomba.Pokonya gue harus membuat
mereka berdua terpecah belah persahabatannya.”
Tidak lama
kemudian,bel sekolah berbunyi yang menandakan bel istirahat .Pada
saatsemua anak keluar kelas ,Rio mencoba memikirkan ide buruk apa yang
dilakukan untuk membuat Robi dan Dayat terpecah belah.Tak lama
kemudian,ide buruk itu muncul.Ide buruk Rio adalah mengambil handphone
Robi yang berada di tas Robi dan meletakkannyadi tas Dayat.bunyi bel
tanda masuk pun berbunyi Semua murid masuk ke kelas kembali.Pada saat
Robi mengecek barang bawaanya yang ada di tasnya,ternyata ada yang
hilang sampai Robi mengeluarkan seluruh isi tasnya.
“Kenapa Rob?kayanya kamu lagi kehiangan barang ya?”kata Dayat
“Iya,aku kehilangan handphone yang berada di tasku.Kemana ya?”jawahb Robi dengan perasaan gelisah.
“Kita laporin aja ke pak Hendra!”kata Dayat.
“Ya sudah,ayo kita laporin!”kata Robi.
Robi
dan Dayat pun melaporkan kepada pak Hendra.Setelah melapor,pak Hendra
ke kelas 8.1 dan menyuruh murid-murid untuk mengeluarkan isi tas.
“Ayo anak-anak,keluarkan isi tas kalian semua.”kata pak Hendra dengan tegas.
Pada
saat semua murid mengeluarkan semua tas,terjatulah handphone Robi yang
berada di tas Dayat.Rio pun sangat senang karena rencananya berhasil.
“Ini kan handphoneku!kamu mengambilnya dari tasku ya?”kata Robi kepada Dayat
“Bukan aku yang mengambilnya!”kata Dayat
“Udah yat kalau ngambil handphone Robi juju raja!”kata Rio
“heh…!jangan menuduh dong,Rio!”kata Dayat
“kamu juju raja yat kalau mengambil handphone aku!”kata Robi.
“Sumpah…!bukan aku yang ngambil ….!”kata Dayat.
“Dayat,benar kamu yang mengambil handphone Robi?”kata pak Hendra.
“Bukan pak!”kata Dayat
Akhirnya
Dayat pun dihukum karena ada barang bukti yang berada ditasnya.Robi dan
Dayat pun sekarang bermusuhan.Persiapan untuk lomba olimpiade
matematika pun tidak dipersiapkan.
“Rob,kapan kita belajar bersama buat persiapan lomba matematika?”kata Dayat sambil ingin minta maaf.
Robi
tidak menjawab,dia langsung pergi meninggalkan Dayat tanpa sebab.Dayat
pun juga merasa kesal.Karena,pertanyaannyatidak dijawab.Keesokan
harinya(tepatnya pada saat bel istirahat)Rahmat menghampiri Robi yang
sedang duduk sendirian di kantin.Lalu,Rahmat pun menceritakan kejadian
yang sebenarnya terjadi.
“Robi,kok sendirian?gak ngobrol bareng sama Dayat?”kata Rahmat.
“ngga! Aku lagi kesal karena dia gak mau ngaku kalau mengambil handphoneku.”kata Robi.
“Aku sebenarnya tau siapa yang emindahkan handphone kamu k etas Dayat.”kata Rahmat
“Hah?yang benar kamu?memang siapa?ceritakan kepada aku.”kata Robi dengan wajah terkejut.
“Yang
memindahkan handphone kamu itu Rio.Aku melihatnya pada jam istirahat
kemarin.Dia sedang sendirian dikelas.Lalu,di memindahkan handphone kamu
ke tasnya Dayat.”kata Rahmat.
“Ooo…jadi begitu!”kata Robi.Lalu,Robi bertanya kepada Rahmat.”Kenapa kamu tidak bilang dari kemrin?”
“Maaf ya,saat aku kmarin mengintip Rio melakukan tindakannya aku kethuan.Lalu,aku diancam agar tidak member tau.”kata Rahmat.
Setelah
mendengar cerita itu,Robi dan Rahmat melaporkan ke pakHendra,bahwa yang
memindahkan handphone Robi ke tas Dayat adalah Rio.Setelah bel masuk
berbunyi,semua murid masukke kelas.Setelah semua sudah masuk kelas,pak
Hendra langsung memanggil Rio dan menghukumnya.
“Rio!maju kedepan !”kata pak Hendra
Rio pun langsung maju kedepan.
“Ternyata kamu yang memindahkan handphonenya Robi ke tas Dayat?”kata pak Hendra.
“Bukan pak!”kata Rio dengan wajah yang pucat dan ketakutan.
“Jujur?saya tidak suka orang yang berbohong!”kata pak Hendra.
“Iya pak ,saya ang memindahkan handphone Robi k etas Dayat.”kata Rio.
Pak
Hendra pun sanget kesal.Pak Hendra langsung menghukum Rio untuk berdiri
di depan tiang bendera sampai bel pulang berbunyi.Saat pulang,Robi pun
menghampiri Dayat dan meminta maaf kerena, tidak percaya dengan
perkataan Dayat bahwa bukan Dayat yang mengambil handphone Robi.
“Dayat!”kata Robi.
“Kenapa Rob?”ujar Dayat
“Maaf ya kemarin aku tidak percaya dengan perkataan kamu!”kata Robi.
“Iya tidak apa-apa?”kata Dayat.
“Ya sudah.Kita belajar bersama yuk dirumahku buat besok lomba olimpiade matematika.”kata Robi.
Persahabatan
Robi dan Dayat pun kembali membaik.Mereka punbelajar bersama untuk
lomba olimpiade matematika esok hari.Akhirnya,mereka berdua kompak dalam
olimpiade metematika dan meraih juara 1.Mereka pun berhasil untuk
mengharumkan nama sekolahnya.Dan setelah kejadian yang menimpa Rio,Rio
pun sadar bahwa perbuatan yang dilakukan salah.Riopun meminta maaf
kepada Robi dan Dayat,lalu Rio berteman baik dengan mereka.
-0o0”SELESAI”0o0-
0 komentar:
Post a Comment